Monday, May 15, 2017

SULITNYA MELUPAKAN

Foto Pras.



                Waktu memang begitu kejam. Saat aku mulai  mencari sosok yang baru, tapi aku tak pernah bisa mendapatkannya. Bukan mantan, tapi, aku yang tak bisa memilikinya. Aku ingin melupakan yang sudah-sudah, tapi hati yang tak mau singgah. Akan aku sebut namanya Ihkarin, nama yang begitu indah bukan. Berbagai cara aku lakukan, agar aku bisa melupakannya.

                Suatu hari, seketika ada bunyi BBM masuk di ponselku. Aku kira itu pesan siaran, akan tetapi bukan, ternyata seseorang wanita, entah siapa namanya, entah dia dari mana, dia berani menghubungiku. Dia tak segan memperkenalkan siapa namanya, sedangkan aku masih malu untuk memperkenalkan diri. “Hai, namaku Ria,” tuturnya. Aku tak tau apa yang di benak Ria, Ria sering menghubungiku lewat BBM. “Apa Ria menyukaiku? Ah tak mungkin,” tuturku dalam hati. Rasanya dekat, entah kenapa aku mulai nyaman. Mungkin, ini bisa menjadi jalan keluar untukku melupakan Ihkarin. Aku mulai menyusun strategi, jangan sampai rencana ini gagal.

Pada akhirnya…

“Ria, kamu mau ga jadi pacarku?,” tuturku.
“Ah, yang serius dong Pras, gausah bercanda kek gitu lah, jelek tau,” balasnya.
“Loh, siapa yang bercanda, aku serius, mau ga?,” balasku.
“Iiiih, iya deh aku mau,” balasnya.

                Hari pertama, aku dan Ria sangat dekat. Karena aku dan Ria pacaran, kami jadi sering bertemu. Ah, aku rasa Ria adalah wanita yang baik hati. Aku jadi tak tega menyakitinya, aku mulai berpikir kedua kali. Aku yang sudah memiliki Ria, tapi aku mencintai Ihkarin yang bukan siapa-siapa ku. Aku tak enak hati, aku sudah membohongi Ria. Tiga bulan lebih hubunganku dengan Ria, akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Ria. Aku jujur kepada Ria. Aku memang salah, aku yang jahat, aku yang kebocahan, aku yang bodoh. “Aku mohon, Janganlah menangis, tetap kuat dan tenanglah, suatu saat aku tak akan mengulanginya lagi. Masih banyak laki-laki lain di luar sana, pilihlah sesukamu, asal jangan seperti aku,” tenangku. Ria mencintaiku dengan tulus, tapi malah aku sia-siakan. “Aku minta maaf jika aku tak mencintaimu sepenuh hati. Maaf, jika aku cuek, jarang balas chat, aku hanya minta tolong bantulah aku untuk melupakannya, tapi kamu tak bisa. Aku minta maaf,” tutupku.


Aku menyakiti seseorang, aku gagal melupakan Ihkarin.


                Beberapa hari setelah hubunganku dengan Ria bubar, aku masih sibuk mencari cara untuk melupakan Ihkarin. Aku rasa dengan menjadikan Ihkarin sebagai teman biasa, aku bisa melupakannya. Tapi aku tak berani. Aku tak sejantan dulu saat pertama kali menghubungi Ihkarin lewat SMS. Akan tetapi, akhirnya aku berani menghubunginya duluan, ah mungkin sulit dipercaya, temanku lah yang memberi pesan kepada Ihkarin, ponselku di bajak. Ihkarin membalas, dan aku tak mau tinggal diam, tapi aku malah terbawa suasana. Aku lupa tujuanku sendiri. Aku tak bisa menjadikan Ihkarin sebagai teman biasa. Bagaimana bisa, dia terlalu sering memberikan perhatian lebih dan aku yang sering terbawa suasana. Aku bukan bagian dari hidupnya. Dia mencintai seseorang yang lebih dariku. Aku tak bisa melarangnya, toh, kebahagiaannya kebahagiaanku juga.

                Ya, setidaknya ada kenangan pahit yang di berikan Ihkarin kepadaku untuk membuatku bisa tumbuh lebih dewasa. Sekarang, aku juga jarang mendengar kabar Ihkarin. Aku sudah di blokir permanen di Facebook dan Instagram. Aku terima itu, bahkan aku berterimakasih, mungkin dengan di blokirnya akun media sosial yang aku miliki, aku bisa lebih mudah melupakannya.




“Kau tak usah mengeluh saat dia memberikanmu harapan palsu, tetap kuat, belajar, dan buktikan dimasa yang akan datang”
Share: