Saya mau flashback dulu tentang
kejadian mengesankan yang pernah terjadi dimasa SMP. Cukup waktu kelas 9 saja,
kelas 7 dan 8 sudah lupa. Saya sekolah selalu berangkat pagi, alasan yang pertama, kalo berangkat jam 7
kurang, didepan kantor akan ada guru pemegang alat pemotong rambut. Saya takut
kalo sampai kena potongan sama pak guru.
Ada temen saya yang cuma dipotong tengahnya doang, pinggir kanan atau kirinya
doang, hingga kadang hatinya juga ikut terpotong, terpotong oleh perasaan malu
yang tiba-tiba datang. Alasan yang kedua, ngerjain PR. Wuhuuuu momen ini bukan
momen langka bagi para pelajar di Indonesia. Dari momen mainstream tersebut,
saya jadi bisa menyimpulkan beberapa fungsi dari mengerjakan PR disekolah,
antara lain ;
1. Meningkatkan tali persaudaraan antar semua umat
2. Melatih kesabaran (Biasanya yang udah mengerjakan PR dirumah)
3. Melatih kecepatan dalam menulis
4. Membuat orang pemalas jadi berangkat sekoalah lebih pagi
5. Meningkatkan interaksi antar teman ( Bro, lo udah ngerjain PR belum?
)
Mungkin ada juga efek samping dari mengerjakan PR disekolah, yaitu ;
1. Sering bohong ( Aslinya udah
ngerjain, tapi bilangnya belom)
2. Berantem ( Ini akibat dari temen yang pelit)
3. Penipuan jawaban ( Dari rumah udah Inisiatif,
ngerjain PR dua kali. Yang yakin bener disimpen di tas, yang salah diberikan
sama temen yang belum ngerjain)
Mungkin hanya itu saja yang dapat saya contohkan, sebenarnya masih
banyak. Males juga nulis banyak-banyak, lagian yang baca juga sedikit. Hiks
Yang terakhir tentang
WC atau kamar mandi sekolah. Bukannya apa-apa, tapi WC merupakan bagian paling
penting dalam kenyamanan sekolah. Iya kan? WC sekolah saya dulu uh, gimana ya?
Susah banget ngebayanginnya. Masuk WC, pengunjung/traveling langsung diberikan
beberapa karya seni buatan siswa. Ada berbagai karya seni disana. Saya masuk,
ditembok ada tulisan : SUPRI SPEED, seolah menunjukan kalo pembuat seni adalah
seorang anak racing. No HP/Pin BBM, menunjukan kalo pembuat adalah Jones akut,
dia kesepian, mungkin butuh teman chat waktu itu. Ada juga kata-kata kotor,
L**** ARAB, mungkin pembuat ingin menunjukan bahwa dia menyukai negara Arab
(mungkin). Masih banyak sih, tapi ya gak usah lah ya. Lanjut lalu saya masuk
kamar mandi, dan disanalah, keresahan para siswa ditulis. Misal ada Guru yang
galak/tidak suka sama perlakuannya, siswa menulis ditembok : PAIJO BANGS*T,
PAIJO A** atau juga PAIJO SOK GANTENG. Mereka sangat bodoh menurut saya, guru
yang setiap harinya berusaha memberikan ilmu yang bermanfaat, malah dicaci
seenaknya sendiri. Saya heran, apa mereka sekolah hanya ingin mencari teman
saja, gebetan saja, atau menambah kesibukan saja? Kok sampai-sampainya tak
punya sopan sama sekali tidak menghargai guru yang mengajar. Sungguh
Menjijikan. Next time waktu itu saya sama temen saya datang ke kamar mandi
dengan maksud mau buang air kecil. Temen saya begitu pedenya, dia begitu menjijikan
sekali, didepan pintu sebelum masuk ke kamar mandi, dia bergaya seperti
Cristiano Ronaldo mau free kick. Saya kira dia suka sama Cristiano Ronaldo,
tapi ternyata tidak. Dia lihat kiri kanan terlebih dahulu, setelah merasa aman,
dia pandangan kedepan lalu kencing sambil jalan, anjay. Gayanya tetap seperti
CR7 mau free kick, dengan percaya dirinya sampai gak sadar airnya menyebar
dimana-mana. Karena saya mau lewat, saya tegur : “GOBLOK BANGET LO NJENGG,
KAMAR MANDI UDAH ADA NGAPAIN LO KENCING DISITU, GUA MAU LEWAT NJENGG” Tegur
saya. Siapa yang gak jijik coba, kok bisa ya orang kaya gitu ada di dunia. Lagi
keesokan harinya saya pergi ke kamar mandi dengan teman yang berbeda, kali ini
orangnya pendiam. Saya masuk ke kamar mandi, BANGKE, kuncinya gak ada. Waktu
itu saya buang air kecil. Pintu tetep ditutup walaupun tanpa terkunci, pikiran
tetap waspada dan wajah tetep stay cool. Beruntung waktu itu kamar mandi masih
sepi. Seneng, coba bayangin deh kalo gak ada kunci, dan didalemnya ada orang
buang air besar. Lagi momen enak-enaknya, tiba-tiba ada segerombolan suara
sepatu atau langkah kaki. Pintunya tanpa sengaja dibuka, diluar ada banyak
orang. Braak! Jujur saya gak bisa bayangin bagaimana perasaan orang itu. Di
lihatin banyak orang, bagian vitalnya terumbar secara paksa, dan hatipun pasti
tak akan bisa menerima. Menyakitkan banget sumpah. Selesai buang air kecil
tadi, temen saya langsung mengajak saya ke dalam kamar mandi. Saya gak tau apa
maksudnya, kami masuk pintu lalu dikunci pake paku (anjay). Dia ingin
menunjukan sesuatu, dan kampret. Dia buang air kecil di bak/kulah kamar mandi.
Entah apa yang dipikiran dia, apa dia kemasukan setan kamar mandi ataupun arwah
mad dog. Saya awalnya gak percaya dia berani melakukan ini. Saya tegur juga,
“Gila lo, ini tempat buat mandi orang begok . Lo gak kasihan apa? Gila lo
sumpah” dianya bales, “Biarin, biar mandinya ada aroma spesialnya” VANGSAT. Itu
semua baru kamar mandi Laki-laki, la yang cewek? Ada dong. Iseng waktu itu
masuk, kampret. “Bro, ini kertas apa? Bentuknya kok beda ya?” kata temen saya. Temen
saya teriak nemu pembalut dengan merk ternama. Coba melihat karya seni dari
cewek, kami coba lihat tembok di dalam kamar mandinya. Ternyata benar memang
ada. Beda dengan laki-laki. Cewek, ngasih kode ke laki-laki yang disukainya
juga ada yang lewat tembok. Misal lagi sedih : “AQ TUCH CYANX BGTZ ZMA UE, TAPI
CNAPA UE GX PEKA, CNAPA UE BACA DOANX ZMZ AQ” Ini maksudnya apa? Ngode orang
ditembok! Tembok WC lagi. Ya gitulah contohnya, rada begok gitu. Ada juga kata-kata bijak tentang
percintaan. Pokoknya anehlah, jijik tapi gimana lagi? Apa kaidahnya coba? Kesimpulannya
kita sebagai pelajar harus menjadi pelajar yang terdidik, punya skill, dan
punya mental yang kuat. Yang tipikal pendiam, mulailah disadari. Di dunia
kerja, orang pendiam tidak dibutuhkan sama sekali. Boleh nakal, tapi nakal yang
wajar. Tetap hormati guru/orang yang membimbing kita, karena dia adalah salah
satu kunci kesuksesan kita. Dan yang terakhir, kita harus senantiasa menjaga
dengan baik lingkungan disekolah, jangan buang sampah sembarangan. Jangan
kencing disembarang tempat, apalagi kalo di bak kamar mandi, kasihan korbannya
woy. Yah sudahlah, mungkin itu saja yang dapat saya ceritakan, kurang lebihnya
saya mohon maaf. Cerita ini sudah saya samarkan, saya tidak menyebutkan sebuah
nama suatu lembaga. Dengan demikian, cerita ini tidak ada unsur hinaan atau
menyinggung kepada suatu pihak tertentu.

0 comments:
Post a Comment