Saturday, October 20, 2018

DESTROY MYSELF



 Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.



  
      Kau imajinasi, logika yang setiap waktu berkediaman di pikiranku. Kau datang sekejap membawa perubahan, kau pergi begitu saja membawa kehancuran. Layak dan lebih pantas. Aku kau lupa begitu saja. Aku tau kau suka kesibukan, aku tau kau suka kegiatan, aku tau kau menganggapku hanya teman.

       Tepuk tangan meriah, apresiasi yang tak ada henti-hentinya kau berikan pada orang lain. Ucapan, mimik muka,  kalimat yang kau utarakan itu tak pernah di lupa. Aku cemburu. Karena. Itu. Bukan aku. Aku selalu gagal di depanmu. Melakukan semaksimal mungkin tapi tak ada apa-apanya. Aku selalu kalah dan tercelakai berkali-kali. Semakin bertambahnya usia. Aku mulai menjadi sosok pembenci. Merasa paling benar dan egois. Menghina dengan dalih mengkritisi, merendahkan dengan dalih mengingatkan. Namun, pada satu titik. I hate myself too. Kecewa yang berlebihan, dendam, marah, murung, kritik pedas. Aku diam saja. Aku lebih suka di apresiasi dari pada mengapresiasi, aku lebih suka di sukai dari pada menyukai. Tanpa disadari, aku mulai kehilangan banyak teman. Mereka pergi dan aku tak peduli. Entah. Kenapa. Aku. Tak. Peduli. Asal kau tau. Itulah kenapa aku benci diriku sendiri. Aku hanya sampah, aku hanya perusak, aku hanya menganggumu saja.

       Selalu mengecewakan, selalu rendah harga diriku. Aku minta maaf atas ketidak sopananku dalam berbicara. Blak-blakan, kotor, menyinggung. Itulah aku. Jangan paksa aku berubah,  jangan paksa aku menjadi apa yang kau mau. Aku bukanlah orang baik. Tapi aku selalu berusaha menjadi orang baik.  Banyak hal yang mendasari atas pernyataan yang aku utarakan. Baik tak selamanya baik. Artinya, pada setiap kebaikan belum tentu di raih dengan proses yang baik pula. Aku bukanlah orang jahat, karena aku benci kejahatan. Membunuh dan mencuri bukan haknya, melukai yang bukan kewajibannya. Itulah.

         Aku tak pernah lupa meminta maaf jika aku merasa bersalah padamu. Sedikitpun itu, aku hanya tak ingin menjadi sosok sampah di pandangmu. Sosok yang menjijikan dan mengecewakan. Aku takut kau membenciku.

         Tentang malam dan kerinduan hanyalah fana. Ketidak kekalan yang semestinya aku manfaatkan baik-baik malah aku buang. Aku takut menghubungimu. Mengganggumu yang sedang fokus belajar. Kau terbiasa dengan nilai A sedangkan aku jarang. Nilai C kau tangisi sementara aku bodo amat. Semangat belajarmu patut di acungi jempol. Semoga kau sukses dan bisa membahagiakan semua orang. I know you can do it.

      Jabat tangan perihal tanda kebaikan. Sentuhan berbeda yang aku rasakan. Penuh rasa dan harapan. Aku lupa ini hanya panggung drama. Cerita yang di buat-buat untuk menghibur banyak orang. Tak ada sensasi. Tak ada yang kaget. Kebaikanmu kau berikan ke semua orang. Rasamu kau bagi rata sehingga responmu sama. Senyum canda tawa ceria bahagia yang sama. Aku kira spesial, namun ternyata akulah yang salah terima.


       Menjauh dan pergi, menaruh maaf yang terdalam untukmu. Hei, jangan pernah lelah ingatkan aku, ya. Eh, tidak! tidak! maaf. Maksudnya, jangan pedulikan aku lagi, ya. Aku cuma pengganggumu saja kan? Jangan sampai, waktumu terbuang sia-sia hanya karena aku. Sungguh bahagia mengenalmu. Cantik dan lucu, pintar dan kuat.  Terimakasih atas pembelajarannya. Setidaknya kau bukan orang yang aku benci.



                                                                                                            -fp/20102018/2153/222141
Share:

0 comments:

Post a Comment