Sunday, September 20, 2020

Deras Hujan Hari Ini

Hujan hari ini sedikit terasa aneh. Berbeda dengan beberapa bulan yang lalu, setiap waktu senggang dia selalu datang menghampiriku. Entah apa yang membuat kehadirannya begitu istimewa. Caranya berbicara mungkin? Atau segala cerita lucunya? Semuanya. 

Aku menatap sudut-sudut kamar sambil mendengarkan lagu santai. Kombinasi suara hujan dan petir sungguh epik hari ini. Setiap kali aku melamun, kamulah yang selalu muncul. Sudah lama kita tidak saling menghubungi, ya. Apakah ini rindu? Ah ingin menangis saja. 

"Kamu makan belum, kamu lagi apa, kamu ngapain aja hari ini, eh aku punya lagu bagus nih kamu pokonya harus dengerin, blablabla" Sesederhana itu pertanyaanmu, namun setiap aku menerimanya dari kamu, itu sangat luar biasa. Rindu sekali, masih banyak hal-hal yang belum usai diantara kita. Aku ingin kamu ada didepanku, dengerin keluh kesahku ini. Itu saja. Aku ingin berbicara segala hal tentang dunia ini, aku ingin mendengar segala cerita lucu darimu, aku ingin segala hal darimu. 

Rasanya, ingin menghubungi lebih dulu. Aku teringat saat fase dimana aku sadar bahwa perasaanku ini sungguh tak wajar. Kita hanya teman, tidak lebih. Kamu juga udah punya pacar. Oh Tuhan, aku harus apa. "Jaga jarak", mungkin dimatamu hari itu aku terlihat tak seperti biasanya. Selalu membalas chatmu, selalu mengiyakan ajakanmu, selalu menjadi pendengar pertama dari ceritamu. Itu tidak lagi. Sakit rasanya harus seperti itu, namun waktu demi waktu mungkin terbiasa. 

Selang beberapa hari, kau-pun bertanya. " Kamu kenapa sih, kok malah menjauh gini, ga asik banget." Sontak entah kenapa air mataku mengalir, rasa sakit hari itu terasa begitu dalam. Palung sudah rasaku, namun sadar juga mustahil kita bisa bersama. "Tidak, bukannya aku menjauh. Lagipula tak wajar kita terus-terusan bersama. Apalagi kamu udah punya pacar. Jaga jarak saja, ya." Balasku, saat kau tanya kemana saja akhir-akhir ini. "Kamu bisa bertanya tentang kejadian dunia ini ke dia, kamu bisa ngobrol kegiatan dan hobi ke dia, kamu bisa kok cerita ini itu ke pacarmu," lanjutku. Kau-pun diam dan sedikit kecewa. Seolah kau juga ada rasa denganku. Tapi jika begitu, kenapa kau menjalin hubungan dengan orang lain?Bagaikan tanaman yang rutin disiram , aku takut perasaan ini kian tumbuh. Aku takut, aku kian mencintaimu. Aku dan kamu hanya sebatas teman. Mana mungkin kita bisa bersatu. Itu saja. 

Semenjak kejadian itu, kini semua nampak biasa saja. Aku sibuk dengan tugas kuliahku yang semakin menumpuk, kamu juga masih berjuang keras bekerja demi bahagiakan orang tuamu. 

Hujan semakin deras, air mataku semakin menetes deras. Cerita ini-pun ku sudahi. Aku bergegas tidur dan berharap setelah bangun nanti, segala sesuatu tentangmu dimasa lalu dapat aku lupa. Aku hanya ingin biasa-biasa saja dan aku ingin kamu selalu bahagia. 

Note :
Aku = Cewek
Dia = Laki-laki
Share:

0 comments:

Post a Comment