Saturday, July 31, 2021

Kisah Joki #3 (One For All)

Setelah Joki mengantar Adin pulang ke rumah, Joki masih dalam perasaan penuh sesal atas apa yang terjadi hari ini. Joki lantas merubah rute perjalanan dan menuju rumah sahabatnya, Burhan. Berbeda dengan Joki, Burhan adalah idola bagi cewek-cewek sekolah. Achievement Burhan dalam percintaan hampir mendekati sempurna, seolah-olah semua cewek idola di sekolah berhasil dia taklukan. Namun, itu dulu. Setahun kemudian Burhan memutuskan untuk tobat dan sekarang hanya setia pada satu cewek. Cewek yang katanya bisa menuntunnya ke jalan yang benar.

Bagi Joki, Burhan adalah dewa dalam percintaan. Oleh sebab itu Joki menemui Burhan secara langsung untuk berkeluh kesah hari ini. "Han, lu pernah ngga sih  suka sama cewek tapi lu ga tau kenapa bisa suka sama dia. Kek seolah-olah rasa ini datang sendiri gitu, seiring berjalannya waktu." Tanya Joki. Burhan sedikit sulit mencerna pertanyaan Joki yang cenderung melenceng dari kehidupannya. Tapi karena Burhan jago ngomong dan pandai memilah kata-kata akhirnya Burhan berani bersuara. "Gua belum pernah si, Jok. Tapi kalo masalah kenapa lu suka sama cewek tapi ga tau kenapa bisa suka ya emang gitu. Yang namanya cinta ga bisa diungkapin lewat kata-kata, semua tentang masalah hati. Mungkin lu nyaman sama sikapnya. Dia baik mungkin sama lu, ya semacam itulah." Balas Burhan. Joki lantas bertanya-tanya pada dirinya sendiri, omongan Burhan benar juga. Joki cenderung melibatkan hati atas segala hal yang diberikan Adin untuknya. Hingga menuntunnya ke dunia romansa.

"Kalo suka sama temen sendiri?" Lanjut Joki. "Nah kalo itu sah-sah aja Jok, mending diungkapin aja daripada ketahan malah bikin sakit. Beneran." Balas Burhan. Burhan memang sering berpacaran dengan cewek sekelasnya atau teman dekatnya. Tapi kebanyakan ceweknya yang ngejar dulu, sedangkan disini Joki seorang laki-laki yang jatuh cinta kepada Adin, cewek, teman dekatnya di sekolah. "Cewek itu labil, Jok. Lu tinggal video call setiap hari, kasih perhatian, kasih rayuan apapun itu. Sekelas cewek yang anti pacaran-pun bakal goyah." Lanjut Burhan. Burhan memang benar-benar dewa dalam percintaan, dia tidak pernah gagal. Tapi Burhan sedikit lupa kalo Joki mukanya pas-pasan jadi mana mungkin bisa seperti dia. "Astaghfirullah, bercanda Jok hahaha." Burhan, mencoba menetralkan topik.  "Gua sayang banget sama dia, pingin bareng dia terus, Han. Tapi balik lagi, gua juga ga mau jadi pacarnya dia. Ngga tau. Gua juga ga mau dia nyaman sama orang lain, ngga mau dia ketawa sama orang lain. Gila, aneh ga tuh?" Kata Joki. Burhan lantas pusing dengan perkataan Joki. Mungkin Burhan sedikit kasihan dengan Joki karena menjalani kisah percintaan yang rumit. "Susah emang kalo udah baper gini, Jok." Balas Burhan.

"Baper? Ha? Baper itu cuma buat laki-laki yang mukanya jelek." Balas Joki.

Kali ini Burhan membenarkan omongan Joki. Tapi kesal juga karena Joki tidak sadar diri dan sadar muka. Tapi karena Joki sedang hancur, Burhan hanya ngedumel lewat hati. Burhan lalu bertanya siapa sosok cewek yang disukai Joki.

"Adin," jawab Joki. 

Burhan lalu langsung mengolok-olok Joki dengan keras, "blokkk goblok goblok!!!" Joki kaget dan bingung kenapa Burhan berkata seperti itu. "Adin itu one for all Joki, dia itu friendly sama semua orang. Dia begitu bukan tanpa alasan, dia begitu juga karena paham bagaimana cara menjadi manusia yang baik. Gua tau wataknya, Jok." Ujar Burhan, yang seolah membuat hati Joki semakin hancur dimakan keadaan. Joki merasa patah sepatahnya, hancur sehancurnya. 

"Udah lu ungkapin?" Burhan lanjut bertanya.
"Udah," singkat Joki. 

Burhan enggan bertanya apakah perasaan Joki ditolak atau diterima. Karena juga Burhan sudah tau endingnya bakal seperti apa.

"Sehabis ini, lu pulang dan intropeksi diri. Menjauh atau sakit hati, pilih salah satu. Lu laki-laki, harusnya tau yang terbaik buat lu apa." Kata-kata terakhir Burhan malam itu, yang merubah kehidupan Joki kedepannya.
Share:

0 comments:

Post a Comment