Jika tiba-tiba ada orang yang datang mengetuk pintu hatimu dengan serius, terimalah dia dengan kesungguhan hati. Dia adalah jawaban dari segala doamu. Jangan pikirkan aku, aku hanyalah bahan lelucon di dunia ini. Jikapun hatiku sedang hancur dipukul dunia, lebih baik aku saja yang merasakan. Kirana, kau tidak pantas tersakiti. Kau adalah sumber kebahagiaan semua orang.
Masih banyak di luar sana yang menunggumu bahkan jauh lebih baik dariku. Jauh seperti jarak bumi dengan matahari. Sambutlah mereka satu per satu, dan jika salah satu dari mereka datang dengan janji sehidup semati, peluklah dia. Biarkan dia memasang cincin di jari manismu, menatap indahnya matamu, dengan disaksikan keluargamu. Selang beberapa bulan, kau hidup dengannya. Rumah sudah tersedia, mobil ada, tempat tidur dengan ruang tamu terpisah, kau bisa nongkrong bersama teman gengmu di cafe terdekat, update story setiap hari. Itu hidup yang kau mau bukan?
"Ngga ada yang perlu diperdebatkan lagi, Kir. Buat apa berlagak tersakiti di depan wajahku, menangis memohon hal yang belum bisa aku penuhi. Untuk apa?"
Pilihlah laki-laki yang mapan dan siap mendampingimu. Kau tidak akan menyesal! Aku jamin! Rasa penasaranku terhadap dunia masih menggebu-gebu. One Piece belum tamat, Kawaki belum hancurkan Konoha. Masih.. Masih banyak mimpi yang belum aku raih, masih banyak gunung yang belum aku daki, masih banyak festival band yang belum aku datangi. Aku, masih ingin menikmati masa muda ku dengan senang-senangnya——dan aku, enggan seorang pun datang merusaknya.
0 comments:
Post a Comment