Monday, November 7, 2022

Teman Ekstrovert

Kadang aku merasa iri pada teman ekstrovertku tentang bagaimana bisa dia mendapat teman baru dengan mudahnya, tentang bagaimana energinya selalu penuh padahal seharian sudah bertemu orang-orang, tentang wajahnya yang selalu ceria, tentang keberanian dia berbicara apa saja tanpa peduli perasaan orang lain.


Namun, kadang aku juga bersyukur ketika teman ekstrovertku bercerita tentang bagaimana dia menghadapi harinya, tentang bagaimana dia banyak dibenci orang lain, tentang berapa banyak dia berdebat dengan orang-orang demi mempertahankan prinsipnya.


Hal yang sama sekali tidak pernah aku rasakan. Karena, memang aku tidak disukai juga tidak dibenci. Tapi ya aku pikir itu membosankan.

Share:

0 comments:

Post a Comment