Haruskah aku berusaha menjadi seperti apa yang kau mau. Apa yang selalu kau banggakan ketika bercerita denganku? Sungguh, itu hanya menyiksa diriku.
Aku tau itu hal bodoh. Tapi bagaimana bisa, rasa ketakutan akan kehilanganmu itu terus bergejolak? Aku takut, kau pergi dan bertemu orang yang lebih baik dariku.
Maaf aku egois, perihal itu. Kirana, aku hanya ingin dianggap sempurna olehmu. Menjadi sosok laki-laki yang sesuai standarmu, menjadi sosok laki-laki yang sering kau idamkan ketika bercerita, menjadi sosok lucu yang bisa mewarnai harimu, aku; ingin menjadi apapun yang kau mau.
Asal, kau jangan pergi.
Kirana, apakah boleh aku menjadi diri sendiri suatu saat nanti? Menjadi apa adanya dan ya; ini aku. Tepat di depan wajahmu. Mengeluh perihal dunia. Apakah kamu akan tetap bertahan menghadapi sikapku?
Denganmu, aku merasa seperti orang yang pertama kali menginjakkan kaki ditempat baru. Manusia, udara, suasana, letak rumah, semuanya begitu asing. Tentu aku harus beradaptasi dan menyesuaikan segala hal agan setara denganmu. Ini adalah bagian yang sulit. Aku sampai heran, kenapa aku bisa berada di titik ini.
Mendapatkanmu adalah harta karun bagiku. Entah kenapa bisa kau mau denganku, Kirana. Tapi aku juga senang bisa bersamamu. Meskipun, entah seperti apa ujungnya. Aku tidak tau.
0 comments:
Post a Comment